Custom Search
Tampilkan postingan dengan label Informasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Pembangunan Kesehatan di kota Tangerang

Pembangunan Kesehatan di Tangerang ialah “Penggerak Masyarakat Tangerang Sehat”, dimana pembangunan kesehatan diharapkan mampu mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh :
Lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat.
1. Perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit.
2. Pelayanan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna tersebar merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
3. Masyarakat memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan bermutu .
4. Membangun Organisasi Kesehatan yang mampu memberikan pelayanan prima dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional.



Tercapainya pembangunan Daerah berwawasan kesehatan dan prioritas pembangunan diarahkan pada pembangunan SDM dini.
Penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia merupakan hal yang tidak mudah dan harus melalui beberapa hambatan dan tantangan. Tetapi memiliki peluang yang bagus. Dengan adanya desentralisasi maka muncullan otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. Desentralisasi sebenarnya ialah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan Indonesia, desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi sekarang menyebabkan perubahan paradigma pemerintahan di Indonesia.

Program yang ada pada Dinas kesehatan :
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, maka disusun program-program pembangunan sesuai dengan kebijakan yang telah diuraikan di atas dengan sasaran program, sebagai berikut :
Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama Ibu dan Anak, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut :
1. Program Upaya Kesehatan, dengan Sasaran :
- Meningkatnya komitmen dan kemampuan kabupaten/kota untuk mengembangkan Desa Siaga dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
- Meningkatnya Keluarga Sadar Gizi
- Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu Nifas, bayi, anak dan masyarakat berisiko tinggi.
- Menjamin setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan/spesialistik yang bermutu.
- Meningkatnya penggunaan obat rasional dan pemakaian obat generic di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swata disetiap jenjang
- Meningkatnya pengawasan dan pengendalian peredaran sediaan makanan dan sediaan perbekalan farmasi terutama napza, narkoba dan batra.
- Tertanggulanginya masalah kesehatan pada saat dan pasca bencana dan antisipasi global warming.
- Meningkatnya derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui aktifitas fisik dan olah raga yang baik, benar, teratur dan terukur.
Mengembangkan sistem kesehatan, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut :
1. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan, dengan sasaran :
- Meningkatnya kualifikasi Rumah Sakit Provinsi menjadi Center Of Excellent/Rujukan Spesifik berbasis masalah kesehatan Jawa Barat (Stroke, penyakit jantung, gerontology dll) yang mempunyai kulitas tingkat Nasional/Dunia
- Terwujudnya system rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya (laboratorium diagnostic kesehatan) regional Jawa Barat (HIV, Flu Burung dll).
- Tersedianya anggaran/pembiayaan kesehatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan jumlah mencukupi, teralokasi sesuai dengan besaran masalah dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna dan diutamakan untuk upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan (preventif dan promotif)
- Terciptanya system pembiayaan kesehatan skala provinsi.
- Tersedianya berbagai kebijakan , standar pelayanan kesehatan skala provinsi, pedoman dan regulasi kesehatan
- Terwujudnya system informasi dan surveillance epidemiologi kesehatan yang evidence base, akurat diseluruh kabupaten/kota, Provinsi dan on line dengan Nasional.
- Terwujudnya mekanisme dan jejaring untuk terselenggaranya komunikasi dan terbentuknya pemahaman public tentang PHBS, pembangunan kesehatan dan masalah kesehatan global, nasional dan local
- Pelayanan Kesehatan di setiap Rumah Sakit, Puskesmas dan jaringannya memenuhi standar mutu.
- Terwujudnya akuntabilitas dan pencapaian kinerja program pembangunan kesehatan yang baik.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan, dengan sasaran :
- Peningkatan kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit
- Peningkatan kuantitas, kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya.
- Peningkatan kualitas sarana dan prasarana Dinas Kesehatan dan UPT Dinas Kesehatan.
Meningkatkan upaya pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut :
1. Program Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, dengan sasaran sebagai berikut :
- Meningkatnya jumlah/persentase Desa mencapai Universal Child Immunization (UCI).
- Meningkatkan system kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat pemanasan global (global warming)
- Meningkatnya upaya pengendalian, penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS, TBC, DBD, Malaria, penyakit cardio vascular (stroke, MI), penyakit metabolism (DM) dan penyakit jiwa, penyakit gigi dan mulut, penyakit mata dan telinga, penyakit akibat kerja.
- Setiap KLB dilaporkan secara cepat < 24 Jam kepada kepala instansi kesehatan terdekat.
- Setiap KLB/Wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat.
- Eliminasi penyakit tertentu yang berorientasi pada penguatan system, kepatuhan terhadap standard dan peningkatan komitmen para pihak.
- Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan terutama di daerah lintas batas kab/kota dan provinsi.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut :
1. Program Sumber Daya Kesehatan, dengan sasaran :
- Meningkatnya jumlah, jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan yang sesuai dengan standar.
- Meningkatnya pendayagunaan aparatur kesehatan
- Meningkatnya kualitas tenaga kesehatan
- Meningkatnya kecukupan obat dan perbekalan kesehatan (standar nasional Rp 9000,-/orang/tahun)
- Meningkatnya citra pelayanan kesehatan Rumah Sakit, Puskesmas dan Jaringannya
- Meningkatnya jumlah, jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan sesuai standar.
Program-program yang ada di atas sepenuhnya tanggung jawab pemerintah daerah yang harus terlaksana dan terealisasikan. Pemerintah daerah dan kelompok masyarakat menyadari bahwa perbaikan dalam pelayanan publik tidak harus berarti pengalokasian dana yang besar, tetapi lebih pada orientasi kuat terhadap penerima pelayanan daerah dan keberpihakan pada orang miskin.


Read More....

Selasa, 22 Juli 2008

Contoh Karya ilmiah

Contoh karya ilmiah antara lain:
1. Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok Darijanto, Sudarto N. : “Pemberdayaan penambangan emas skala kecil studi kasus : Kecamatan Salopa, Tasikmalaya”. Seminar Sehari Forum Komunikasi pengawasan terhadap pengelolaan Bahan galian dan Air Bawah Tanah. Yogyakarta, 27 Agustus 2002.
2. Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo, Buha Edyson : “Studi perbandingan kebijakan mineral beberapa negara dan kebijakan mineral dalam hukum pertambangan Indonesia”. Prosiding Temu Profesi Tahunan XI Perhapi 2002, Yogyakarta, 24-25 Oktober 2002.
3. Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N. : “Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Usaha Pertambangan dan Pengaruhnya Terhadap Karakteristik Suatu Wilayah (Studi Kasus Pengusahaan Bauksit PT. Aneka Tambang di kecamatan Tayan, kabupaten Sangatta, Propinsi Kalimantan Barat). Prosiding Temu Profesi Tahunan XI Perhapi 2002, Yogyakarta, 24-25 Oktober 2002.
4. Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama : “Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed Country”. Procedings of International Workshop on Earth Science and Technology. Fukuoka, November 7th, 2003.
5. Budi Sulistianto, Jesmin M., Aryo P. Wibowo : “Optimasi penentuan jumlah alat angkut batubara dari PIT ke Chrusher dengan menggunakan teori antrian”. Temu Profesi Tahunan XII dan Kongres V PERHAPI 2003. Jakarta 15-16 September 2003.

Read More....

Selasa, 10 Juni 2008

Pengaruh Kenaikan Tarif Listrik terhadap Warnet

Pengusaha WARNET (Warung Internet), yang terhimpun dalam Asosiasi Warnet Indonesia, mengeluh pendapatan mereka merosot terkena imbas kenaikan tarif dasar listrik yang mulai berlaku awal Mei lalu. Keluhan ini disampaikan Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Judith M.S. Lubis, kepada Tempo, Selasa lalu.
Kenaikan harga minyak ditambah kenaikan tarif listrik bagi pelanggan R2 (2.200-6.600 volt ampere), R3 (di atas 6.600 VA), B2 dan P-1 (6.600-200 kilovolt ampere), serta P-3 (di atas 6.600 VA) sangat memukul industri warnet karena biaya operasional membengkak. "Bukan hanya tekstil yang penghasilannya turun seperti diberitakan, warnet juga," kata Judith.


Segunung laporan dari pengusaha warnet sampai ke telinga Judith. Semuanya berharap Asosiasi membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, Asosiasi, kata dia, belum bisa berbuat banyak. "Kalau tarif bandwidth yang naik, kami bisa cari alternatif, tapi kalau tarif listrik, kami bisa apa?"

Dia mencontohkan seorang pengusaha warnet di Ciputat, yang kini sedang "panas-dingin" lantaran biaya listrik untuk warnetnya meningkat tiga kali lipat, padahal jumlah pemakaiannya sama. Dari semula Rp 2,7 juta, membubung menjadi Rp 9 juta per bulan. "Kalau begini terus, bisa gulung tikar," ucap Lubis.

Selain itu, dia mengaku banyak menerima protes seputar adanya pemadaman listrik bergilir di beberapa daerah, yang kian menggencet usaha warnet. Kasihan pengusaha warnet, katanya, memang biaya operasionalnya turun, tapi sayang pendapatan juga ikut melorot.

Sebagai tindak lanjut, Judith menambahkan, selama tiga bulan ke depan pihaknya akan mengumpulkan data dan laporan dari anggota Asosiasi di berbagai daerah mengenai kendala yang mereka hadapi. Setelah terkumpul, semuanya akan disampaikan kepada PLN. "Kami usahakan
negosiasi tarif khusus atau potongan harga bagi warnet," ujarnya. IG WIDI NUGROHO

KAmi hanya bisa medoakan agar usaha-usaha yang dilakukan untuk kebaikan para pengusaha warnet dapat terlaksana dan mendapatkan hasil yang baik pula. beribu terimakasih. ...

Read More....

Rabu, 16 April 2008

Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia


JAKARTA,
Growth of information technology can improve performance and enable various activity can be executed swiftly, precisely and accurate , so that finally will improve productivity. Growth of information technology show the popping out of various activity type being based on this technology, like e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, and other, which is all the things have electronics based.

Pendahuluan
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Evolusi Ekonomi Global
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).

Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.

Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya.

Peran Teknologi Informasi
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :

Bidang pendidikan(e-education)
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Ramalan para cendekiawan sebagai berikut :
1. Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
2. Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.
3. Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
4. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.
5. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC) yang bersifat sinkron dan asinkron.

Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga dan kompetitif.

Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.

Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan.
Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.

Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan. Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.

Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.

Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning.

Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.

Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.

Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material. Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.

Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik umumnya masih dirasakan mahal. Amat disayangkan apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan kunci keberhasilan dapat menolong mahasiswa yang berpotensi tersebut.

Dalam Bidang Pemerintahan (e-government)
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.

Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.

Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.

Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.

Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.

Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.

Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.

Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.

Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.

Program pengembangan sistem informasi di Indonesia
Program pengembanan sistem informasi (program 16.6.01) dimaksudkan untuk mengembangkan sistem informasi yang diperlukan untuk meningkatkan masuknya informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia internasional, memperlancar pertukaran dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan sistem perencanaan, pengelolaan, pemantauan kegiatan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan kajian, penelitian, penerapan penguasaan dibidang teknologi informasi selama kurun waktu tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Tabel di bawah memperlihatkan APBN (rupiah murni) untuk program pengembangan sistem informasi, tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001.

Tabel. APBN untuk pengembangan sistem informasi tahun 1997/1998 sampai 2001

No. Tahun Anggaran Anggaran (Jutaan Rupiah)

1 1997/1998 28.235

2 1998/1999 32.622

3 1999/2000 24.536

4 2000 52.236

5 2001 30.956

Penutup
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi AFTA 2003 yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya; mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.

Akhirnya, era perdagangan bebas Asean benar-benar berlaku yang kita kenal dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) resmi berlaku di tahun 2003 ini. Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC, WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kenyataan integrasi perekonomian dunia ini memang harus dihadapi.

Disadur Oleh : AS/eGov Indonesia, PT/2006
Dari Tulisan : Wawan Wardiana/Peneliti PPI - LIPI

Read More....

Jumat, 04 April 2008

Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia


Pulau Sumatra
Daftar perguruan tinggi swasta di Nanggroe Aceh Darussalam
Daftar perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara
Daftar perguruan tinggi swasta di Jambi
Daftar perguruan tinggi swasta di Riau
Daftar perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Bengkulu
Daftar perguruan tinggi swasta di Sumatera Selatan
Daftar perguruan tinggi swasta di Lampung
Daftar perguruan tinggi swasta di Kepulauan Bangka Belitung
Daftar perguruan tinggi swasta di Kepulauan Riau

Pulau Jawa
Daftar perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta
Daftar perguruan tinggi swasta di Banten
Daftar perguruan tinggi swasta di Jawa Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah
Daftar perguruan tinggi swasta di Jawa Timur
Daftar perguruan tinggi swasta di DI Yogyakarta

Kepulauan Sunda Kecil
Daftar perguruan tinggi swasta di Bali
Daftar perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Timur

Pulau Kalimantan
Daftar perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Kalimantan Tengah
Daftar perguruan tinggi swasta di Kalimantan Selatan
Daftar perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur

Pulau Sulawesi
Daftar perguruan tinggi swasta di Sulawesi Utara
Daftar perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah
Daftar perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan
Daftar perguruan tinggi swasta di Sulawesi Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tenggara

Kepulauan Maluku dan Papua
Daftar perguruan tinggi swasta di Maluku
Daftar perguruan tinggi swasta di Maluku Utara
Daftar perguruan tinggi swasta di Papua Barat
Daftar perguruan tinggi swasta di Papua

Sumber : http://id.wikipedia.org/

Read More....

Daftar Sekolah Tinggi di Indonesia


Perguruan Tinggi Negeri
Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta
Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi Swasta
STIA Bina Banua Banjarmasin
STIE IBMT
STIE Nusantara
STIE IPWIJA
STIE Kesuma Negara (STIEKEN) Blitar
STIE Kampus Ungu
STIE Perbanas
STIE Pasundan Bandung
STIE Ahmad Dahlan
STIE Malangkucecwara
STIE YKPN Yogyakarta
STIE Tunas Nusantara
STIE Perbanas Surabaya
STIE IEU Surabaya
Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya
STBA Yapari-ABA Bandung
STIKOM Surabaya
STIKOM Balikpapan
STMIK Pradnya Paramitha Malang
STMIK Indonesia Mandiri - Bandung
STMIK Multi Data Palembang
STMIK Indonesia Malang
STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda
STMIK Dian Nuswantoro Semarang
STMIK STIKUBANK
STMIK Budi Luhur 
STMIK KHARISMA Makassar
STMIK "Dharma Bangsa Yogyakarta
STMIK Akakom Yogyakarta
STMIK Budidarma Medan
STMIK & AMIK LOGIKA Medan
STMIK Pontianak
STMIK Indo Global Mandiri (IGM)
STMIK TIME - Medan
STMIK "AMIK Bandung"
STMIK CIC Cirebon
STMIK Bandung Bali
STMIK - Mikroskil Medan
STMIK Swadharma
STMIK Kaputama Binjai
STMIK Darmajaya
STMIK Widya Pratama Pekalongan
STMIK Banjarbaru
STMIK AMIKOM Yogyakarta
STIKOM Bali
STT Telkom Bandung
STT Nurul Jadid
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
STT.Wastukancana Purwakarta
Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara
Sekolah Tinggi Admnistrasi dan Sekretari "ASMI"
STIKES, AKPER, DAN AKBID HELVETIA Medan
Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia
Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta
Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI)
Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA
Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Sumber : http://www.dikti.org

Read More....

Daftar Universitas Swasta di Indonesia


Universitas BinaNusantara
Universitas Gunadarma
Universitas Kristen Maranatha Bandung
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Universitas Katolik Parahyangan - Bandung
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Universitas Merdeka Malang
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
STIMIK Dian Nuswantoro
Universitas Trisakti
Unika Widya Mandala Surabaya
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Universitas Klabat
Universitas Muhammadiyah Jakarta
STIMIK Stikubank
Universitas Tarumanagara Jakarta
Universitas Islam Indonesia
UPN "Veteran" Jakarta
Universitas Katolik Soegijapranata
Universitas Darma Persada
Universitas Surakarta
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Swiss German University
Universitas Kristen Petra Surabaya
Universitas Al Azhar Indonesia
Universitas Siliwangi Tasikmalaya
Universitas Muhammadiyah Cirebon
Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI)
Universitas Islam Bandung
UPN JATIM
Universitas Krisnadwipayana
Universitas Muria Kudus
Universitas Dr Soetomo Surabaya
Universitas Surabaya
Universitas Muhammadiyah Malang
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Universitas Islam Sumatera Utara
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Universitas Bangka Belitung
UPN ”Veteran” Yogyakarta
Universitas Pelita Harapan
Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Universitas Nusa Bangsa
Universitas Atma Jaya Makassar
Universitas Kanjuruhan Malang
Universitas Nusantara
UNTAG Semarang
Universitas Muslim Indonesia Makassar
Universitas Respati Indonesia
Universitas Pasundan
Universitas Sedaya International
Universitas Suryadarma
Universitas Kristen Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Universitas Komputer Indonesia
Universitas Pakuan
Universitas Semarang
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Universitas Ibn Khaldun Bogor
Universitas Yarsi
Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Universitas Janabadra Jogjakarta
Universitas Widyatama
Universitas Wangsa Manggala
Universitas Islam Jakarta
Universitas Borneo
Universitas Widya Kartika
Universitas Balikpapan
Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
Universitas Musamus Merauke
Universitas Djuanda, Bogor
Universitas Batanghari
Universitas Islam Lamongan
Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta
Universitas Teknologi Yogyakarta
Universitas Advent Indonesia - Bandung
Universitas Indraprasta PGRI

Sumber http://www.dikti.org/

Read More....

Daftar Universitas Negeri di Indonesia

Universitas atau Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia beserta alamat situsnya Sebagai berikut :

Read More....

Daftar Institut di Indonesia

Read More....